Peran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Membentuk Karakter Antikorupsi di Sekolah

Authors

  • Muhammad Wirama Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62238/chatra.v1i1.172

Keywords:

pendidikan antikorupsi, profil pelajar Pancasila, integritas

Abstract

Pendidikan antikorupsi menjadi elemen penting dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka diterapkan sebagai pendekatan pembelajaran berbasis proyek untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas P5 dalam membentuk karakter antikorupsi peserta didik, mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya, serta merumuskan strategi optimal yang dapat diterapkan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 efektif dalam meningkatkan kesadaran etika peserta didik, tetapi masih menghadapi kendala seperti kurangnya kesiapan pendidik dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas tenaga pendidik, inovasi pembelajaran, serta dukungan kebijakan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis integritas di sekolah. Dengan strategi yang tepat, P5 dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini.

References

Boell, S. K., & Cecez-Kecmanovic, D. (2015). On being 'systematic' in literature reviews. Journal of Information Technology, 30(2), 161–173.

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.

ICW. (2022). Pendidikan antikorupsi di Indonesia: Evaluasi dan tantangan implementasi. Indonesia Corruption Watch.

Kemendikbud. (2022). Kurikulum Merdeka: Konsep dan Implementasi dalam Pendidikan Karakter. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kemendikbud. (2023). Pedoman Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

KPK. (2022). Modul pendidikan antikorupsi untuk sekolah menengah pertama dan atas. Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.

OECD. (2021). Integrity of education systems: A key element in fighting corruption. OECD Publishing.

OECD. (2022). Education for integrity: Teaching on anti-corruption, values and the rule of law. OECD Publishing.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2020). Self-determination theory: Basic psychological needs in motivation, development, and wellness. Guilford Publications.

Transparency International. (2023). Corruption perceptions index 2022: Indonesia’s standing in global corruption rankings. Transparency International.

Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). Towards a methodology for developing evidence-informed management knowledge by means of systematic review. British Journal of Management, 14(3), 207–222.

UNODC. (2021). Education as a tool to prevent corruption and promote integrity. United Nations Office on Drugs and Crime.

Wentzel, K. R., & Miele, D. B. (Eds.). (2016). Handbook of motivation at school (2nd ed.). Routledge.

Downloads

Published

2023-04-30