Sosiologi Lembaga Pendidikan: Praktik Tasamuh dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Ma’arif NU 1 Patikraja
DOI:
https://doi.org/10.62238/chatra.v4i2.431Keywords:
inklusif, keberagamaan, pendidikan agama islam, sosiologi pendidikan, tasamuhAbstract
Praktik keberagamaan yang inklusif menjadi salah satu tantangan penting dalam pendidikan Islam di tengah meningkatnya kompleksitas masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai tasamuh dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah berbasis Ma’arif serta kontribusinya terhadap pembentukan sikap keberagamaan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif sosiologi pendidikan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan konsep tasamuh, karakteristik pendidikan Ma’arif, dan keberagamaan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tasamuh diinternalisasikan melalui materi pembelajaran yang membahas perbedaan mazhab, tradisi keagamaan, dan etika sosial, serta melalui strategi pembelajaran dialogis yang mendorong keterbukaan terhadap perbedaan. Praktik tersebut berkontribusi pada terbentuknya sikap moderat, penghargaan terhadap keragaman, dan kemampuan siswa dalam membangun interaksi sosial yang harmonis. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan budaya toleransi. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan pendidikan Islam yang moderat, dialogis, dan responsif terhadap dinamika masyarakat multikultural.
The development of inclusive religious attitudes has become a significant challenge for Islamic education within increasingly multicultural societies. This study aims to examine the implementation of tasamuh (religious tolerance) in Islamic Religious Education (PAI) learning in Ma’arif-based schools and its contribution to students’ religious attitudes. Employing a qualitative approach within the sociology of education perspective, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The study was analyzed using the concepts of tasamuh, Ma’arif educational characteristics, and inclusive religiosity as analytical frameworks. The findings reveal that tasamuh values are internalized through learning materials addressing differences in Islamic schools of thought, religious traditions, and social ethics, as well as through dialogical teaching strategies that encourage openness toward diverse perspectives. These practices contribute to the development of moderate attitudes, respect for diversity, and students’ capacity to establish harmonious social relationships. The findings indicate that Islamic Religious Education serves not only as a medium for transmitting religious knowledge but also as a space for cultivating a culture of tolerance. This study provides practical implications for strengthening moderate, dialogical, and socially responsive Islamic education in multicultural contexts.
References
Abdullah, A. (2021). Sekolah sebagai agen reproduksi nilai-nilai kultural keagamaan: Perspektif sosiologi pendidikan. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 115–131.
Aliyah, H. &. (2025). Kebijakan pendidikan inklusif sebagai jembatan untuk mengurangi anomie serta pengembangan kesejahteraan emosional siswa di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto. Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies, 5(1),, 1-16.
Amar, A. (n.d.). Telaah kritis atas kompetensi toleran dalam kurikulum program keagamaan madrasah aliyah. Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan, 13(2), 166–183.
Bahruddin, M. (2022). Gaya kepemimpinan kepala madrasah berbasis kultural dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(1), 78–95.
Ballantine, J. S. (2021). The sociology of education: A systematic analysis. Routledge.
Cholish, C. N. (n.d.). Implementation of inclusive education management for children with special needs at SD IT Annida Sokaraja. JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi), 9(1), 94–1099.
Creswell, J. W. (2021). A concise introduction to mixed methods research. SAGE Publications.
Denscombe, M. (2021). The good research guide: Research methods for small-scale social research projects. McGraw-Hill Education (UK).
Djollong, A. F. (2019). Peran guru pendidikan agama islam dalam penanaman nilai-nilai toleransi antar ummat beragama peserta didik untuk mewujudkan kerukunan. Jurnal Al-Ibrah, 8(1), 72–92.
Hanif, M. (. (2015). Modal sosial dalam perbaikan mutu pendidikan. Lontar Mediatama. Retrieved from https://repository.uinsaizu.ac.id/18877/
Hanif, M. (2020). The implementation of tasamuh ala ahlussunah school in learning Islamic education: A case in Ma’arif High School Purboklga, Indonesia International. Journal of Social Science and Religion (IJSSR), 1(1), 55–68. doi:https://doi.org/10.53639/ij
Herman, &. R. (2018). Pembinaaan toleransi antar umat beragama perspektif pendidikan agama islam bagi remaja Kota Kendari. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 13(2), 205–221.
Hilmy, M. (2020). Mengadang radikalisme di sekolah: Evaluasi atas model pembelajaran PAI di sekolah menengah. Jurnal Keamanan dan Toleransi, 4(2), 112–129.
Huda, M. N. (2022). Kultur toleransi di sekolah Ma'arif: Studi kasus interaksi pendidik lintas afiliasi organisasi keagamaan. Jurnal Sosiologi Agama, 16(2), 175–192.
Ma'arif, A. S. (2019). Inklusivisme guru pendidikan agama islam (studi atas pandangan guru PAI tentang konsep tasamuh di SMK NU Lamongan, Mts Putra Putri Lamongan, SD NU Banat-Banin Lamongan). Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 3(2), 312–326.
Mas'ud, A. (2020). Paradigma pendidikan aswaja: Menanamkan nilai tawassuth, tasamuh, dan i'tidal di sekolah menengah. Pustaka Rizki.
Moleong, L. J. (2018). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muqoyyidin, A. W. (2019). Membangun kesadaran inklusif-multikultural di lembaga pendidikan islam. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 45–68.
Nugraha, C. C. (2021). Menanamkan sikap toleransi pada masyarakat multikultural dalam persfektif tafsir al-azhar. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(2), 745–751.
Ritzer, G. &. (2021). Modern sociological theory. SAGE Publications.
Rohman, M. (2020). Pembelajaran fikih muqaran di madrasah: Mengembangkan sikap tasamuh melalui ranah hukum islam. Pustaka Pelajar.
Saifuddin, S. (2020). Dialektika agen dan struktur dalam internalisasi nilai-nilai keagamaan di sekolah. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 5(1), 32–48.
Saputra, R. E. (2018). Api dalam sekam: Keberagamaan generasi z. Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah.
Soyomukti, N. (2018). Pengantar sosiologi pendidikan. Ar-Ruzz Media.
Subagyo, A. &. (2023). Metode penelitian kualitatif. CV. Aksara Global Akademia.
Suhirman, L., Nugroho, A. Y., Dhyanaputri, I. G. A. S., Adawiyah, R., Soraya, A., Dzaky, M. I., Alunaza, H., Akbar, S. A., Hafizi, M. Z., & Junida, D. S. (2026). Dasar Metodologi Penelitian. CV. Askara Sastra Media
Subandi. (2021). Menumbuhkan sikap inklusif-multikultural di madrasah: Studi kasus interaksi sosial siswa lintas afiliasi ormas keagamaan. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 215–232.
Suyanto, S. (2022). Pembelajaran PAI dialogis-partisipatif: Mendekonstruksi dominasi guru dan menumbuhkan sikap toleran siswa. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(1), 45–64.
Umam, K. (. (2023). Pembelajaran fikih berwawasan tasamuh: Upaya mengatasi eksklusivisme beribadah di kalangan siswa. Jurnal Al-Inshof: Jurnal Edukasi PAI, 11(1), 45–62.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Niha Zahrotul, Muh Hanif (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



