Tradisi Nyadran sebagai Media Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Masyarakat Pesisir Tambak Lorok

Authors

  • Ahnaf Nafi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia Author
  • Azmi Salamatul Azami Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia Author
  • M. Rikza Chamami Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v4i3.437

Keywords:

masyarakat pesisir, solidaritas sosial, tambak lorok, tradisi nyadran, ukhuwah islamiyah

Abstract

Perubahan kehidupan sosial masyarakat modern turut memengaruhi intensitas interaksi dan solidaritas sosial, termasuk pada masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendefinisikan praktik tradisi Nyadran, mengkaji bagaimana tradisi tersebut memperkuat persaudaraan Islam, serta mengidentifikasi nilai-nilai persaudaraan Islam yang diwujudkan di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan melakukan penelitian lapangan di Tambak Lorok, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Model Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian, tradisi Nyadran dipraktikkan melalui pertunjukan wayang, bancaan, salat berjamaah, persembahan ke laut, tahlilan, dan mauidzah hasanah. Tradisi ini berperan dalam mempererat ukhuwah Islamiyah melalui komunikasi, interaksi sosial, kerja sama, dan silaturahmi. Nilai yang paling dominan meliputi kebersamaan, kepedulian sosial, keharmonisan, dan silaturahmi.

Changes in the social life of modern society have also influenced the intensity of social interaction and solidarity, including among coastal communities. The purpose of this study is to define the Nyadran tradition, examine how this tradition strengthens Islamic brotherhood, and identify the values of Islamic brotherhood embodied within it. This study employs a qualitative methodology and conducts field research in Tambak Lorok, Tanjung Mas, North Semarang District, Semarang City. The Miles and Huberman model is used to analyze data collected through observation, interviews, and documentation. Based on the research findings, the Nyadran tradition is practiced through wayang performances, recitation of prayers, congregational prayers, offerings to the sea, tahlilan, and mauidzah hasanah. This tradition plays a role in strengthening Islamic brotherhood (Ukhuwah Islamiyah) through communication, social interaction, cooperation, and social bonding. The most dominant values include togetherness, social concern, harmony, and social bonding.

References

Arwi Abidin, budi santoso, A. P. (2023). Mengupas Sejarah Dam Bagong dan Eksistensi Tradisi Nyadran di Kelurahan Ngantru Kabupaten Trenggalek. Jurnal Pendidikan Berkarakter, 1(4).

Azka Musyhaiul Akhbab, Nafsan Azka Ahsani, Siti Roiah, A. S. I. (2023). Tradisi Nyadran sebagai Simbol Perekat Ukhuwah Islamiah Di Desa Bleberan Playen Gunungkidul. Jurnal Pesantren Dan Kebudayaan Islam Nusantara, 2(1), 48–56. https://doi.org/10.37252/jpkin.v2i1.517

Hilmatul Bariroh, M. (2026). Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam Tradisi Nyadran: Studi Perspektif Masyarakat Lokal di Desa Jungpasir Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(1).

Imani, C. M. N. (2026). Nyadran Sebagai Media Perekat Sosial: Studi Fungsional Budaya Ruwahan di Desa Sukorejo, Klaten. Jurnal JAVANO-ISLAMICUS, 4(1), 74–88.

Mattew B. Miles, A. Michael Huberman, J. S. (2014). Qualitative Data Analysis: a methods sourcebook (3rd ed.).

Najla Hakim, Safira Nurazizah, Salsabila, R. D. S. A. A. (2025). PERAN BUDAYA LOKAL DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH. Jurnal QOLAMUNA, 2(2), 59–68.

Ning, A., Hartianti, T., & Halim, A. (2025). Simbolisme Integrasi Islam dan Budaya Jawa dalam Tradisi Nyadran: Studi di Desa Ngayung Lamongan. Jurnal Budaya, Pariwisata, Dan Ekonomi Kreatif, 2(4), 183–196.

Pitaloka, D. R. A. (2024). FUNGSI TRADISI NYADRAN DI DESA BUMI ARUM MAJASTO: TEORI WILLIAM. R. BASCOM. Jurnal Diwangkara, 4(1), 1–6.

Rahma Maulida, Zain Rozana Istiqomah, Z. S. (2025). RELEVANSI TRADISI NYADRAN DALAM PERSPEKTIF MUSLIM PURITAN. Jurnal Mamba’ul ‘Ulum, 21(2), 192–207.

Ramadhina Qurrota Ayuna, Shiva Amiliya Aidahb, Nurul Ilma Auliac, N. H. U., & Susanto, N. H. (2025). ISLAM DAN BUDAYA LOKAL: ANALISIS METODOLOGIS TERHADAP TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT JAWA. JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN ILMU, 2(6), 49–55.

Ravita Mega Saputri, Alil Rinenggo, S. (2021). Eksistensi Tradisi Nyadran sebagai Penguatan Identitas Nasional di Tengah Modernisasi. CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENSE JOURNAL, 3(2), 99–111.

Rosydiana, W. N. (2023). NYADRAN: BENTUK AKULTURASI AGAMA DENGAN BUDAYA JAWA. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 15(1), 15–23.

Saini, M. (2022). Penguatan Tradisi Aswaja An-Nahdliyah; Upaya Menangkal Gerakan Islam Transnasional. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 14(01), 171–187.

Silfiatun Mukarromah, H. Fathullah Rusly, S. I. (2025). TASAWUF VALUES DALAM TRADISI NYADRAN BAGI MASYARAKAT DESA SUMBERDAWE KECAMATAN MARON KABUPATEN PROBOLINNGO. Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 8(1), 141–153.

Soniatin, Y. (2021). MAKNA DAN FUNGSI BUDAYA TRADISI NYADRAN DALAM KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DUSUN SAWEN, DESA SENDANGREJO, KECAMATAN NGIMBANG, KABUPATEN LAMONGAN. Jurnal Sosial Dan Humaniora, 13(2), 193–199.

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Tradisi Nyadran sebagai Media Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Masyarakat Pesisir Tambak Lorok. (2026). Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, Dan Budaya, 4(3), 117-123. https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v4i3.437