Pelestarian Budaya Lokal Melalui Grebeg Sadranan dalam Mempererat Kerukunan Masyarakat di Ngargosari Boyolali

Authors

  • Adinda Az-Zahra Islamia Ningrum Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia Author
  • Qurrotul Uyun Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v4i3.439

Keywords:

budaya lokal, grebeg sadranan, kerukunan, masyarakat

Abstract

Tradisi Grebeg Sadranan di Desa Cabeankunti, Boyolali, merupakan warisan budaya yang terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat. Namun, arus globalisasi dan modernisasi menghadirkan tantangan terhadap keberlanjutan tradisi tersebut, terutama menurunnya partisipasi generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Grebeg Sadranan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus mengkaji kontribusinya dalam memperkuat persatuan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada 26–28 Mei 2026, dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi tokoh masyarakat, tokoh agama, panitia penyelenggara, perangkat desa, dan warga. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grebeg Sadranan dilaksanakan melalui rangkaian prosesi yang melibatkan seluruh warga, merepresentasikan nilai religius dan gotong royong, serta memperkuat solidaritas sosial melalui interaksi antarmasyarakat. Keberlanjutan tradisi didukung oleh pewarisan nilai budaya dari generasi tua kepada generasi muda. Grebeg Sadranan berfungsi sebagai ritual keagamaan sekaligus media integrasi sosial dan pelestarian budaya lokal. 

The Grebeg Sadranan tradition in Cabeankunti Village, Boyolali, represents a cultural heritage that continues to be preserved as an integral part of the community's identity. Nevertheless, globalization and modernization have posed challenges to its sustainability, particularly through the declining participation of younger generations. This study aims to examine the implementation of Grebeg Sadranan as a means of preserving local culture and to explore its contribution to strengthening community cohesion. A qualitative approach with a descriptive case study design was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation conducted from May 26 to 28, 2026. Informants were purposively selected and included community leaders, religious leaders, event organizers, village officials, and local residents. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that Grebeg Sadranan involves collective community participation, embodies religious values and mutual cooperation, and reinforces social solidarity through shared cultural activities. The tradition is sustained through the intergenerational transmission of cultural values, demonstrating its dual role as both a religious ritual and a vital instrument for preserving local cultural identity and social unity.

References

Arifah, D., & Zaman, B. (2021). Relasi pendidikan Islam dan budaya lokal: Studi tradisi Sadranan.

ASNA: Jurnal Kependidikan Islam dan Keagamaan.

Ariviani, Y. A., & Sofyaningrum, R. (2025). Tradisi Sadranan sebagai ekspresi folklor dan identitas budaya masyarakat Desa Kalisari. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran.

Hakim, Lutfi Maulana. (2018) "Batik sebagai warisan budaya bangsa dan nation brand indonesia." Nation State: Journal of International Studies 1.1: 61-90.

Indrawati, Mamik, & Yuli Ifana Sari. (2024) "Memahami warisan budaya dan identitas lokal di Indonesia." Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS 18.1 (2024): 77-85.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rahmawati, D., & Nugroho, A. (2022). Tantangan pelestarian budaya lokal pada era globalisasi di Indonesia. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 8(1).

Sari, N., & Kurniawan, F. (2023). Modal sosial dan kerukunan masyarakat dalam kegiatan budaya lokal. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(1).

Sholeh, A. R. (2021). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam kearifan lokal Sadranan di Boyolali. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suyitno, M. (2022). Sadranan: Tradisi, ritual, sosial, dan ekonomi pada masyarakat Tumang.

Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora.

Syahputra, R. A., Ramadhani, H. F., Sukowati, R. D., & Tamim, A. R. (2024). Analisis dampak sosial tradisi Sadranan terhadap kerukunan masyarakat di Desa Gempol, Kranganom, Klaten. Literasi: Jurnal Kajian Keislaman Multi-Perspektif.

Sholeh, A. R. (2021). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam kearifan lokal Sadranan di Boyolali. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Purwaningsih, & Dkk. (2016). Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nyadran Masyarakat Sekitar Situs Langan. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB).

Prasetyo, A., & Wibowo, R. (2023). Peran tradisi lokal dalam penguatan identitas budaya masyarakat di era modern. Jurnal Sosial Humaniora, 15(2).

Widyaningrum, A. (2019). Nilai Budaya yang Terkandung dalam Tradisi Sadranan di Kaki Gunung Merapi.

Fadillah, R. R. (2025). Nilai-nilai Kearifan Lokal dan Tantangan Dalam Pelaksanaan Tradisi Nyadran di Desa Glanggang. Skripsi. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Downloads

Published

2026-07-19

How to Cite

Pelestarian Budaya Lokal Melalui Grebeg Sadranan dalam Mempererat Kerukunan Masyarakat di Ngargosari Boyolali. (2026). Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, Dan Budaya, 4(3), 132-143. https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v4i3.439