Sejarah Pemikiran Gus Dur sebagai Sumber Perumusan Nilai Gerakan PMII Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang

Authors

  • Alaik Dzulni'a Mussya'ban Zidnal Fais Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia Author
  • Fanny Ayu Az Zahra Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia Author
  • Naqiya Karimah Amanina Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia Author
  • Mawarda Alistina Fia Ningtyas Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia Author
  • M. Rikza Chamami Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v4i1.341

Keywords:

gerakan mahasiswa, gus dur, pmii, sejarah pemikiran

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam gerakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang. Kajian ini berangkat dari pentingnya memahami bagaimana gagasan pluralisme, humanisme, dan keadilan sosial diterjemahkan ke dalam praktik kaderisasi organisasi mahasiswa Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses internalisasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai humanisme universal, pluralisme, keadilan sosial, kebebasan berpikir, dan keberanian moral telah menjadi bagian integral dari budaya organisasi dan proses kaderisasi PMII Rayon Abdurrahman Wahid. Internalisasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dialog lintas identitas, advokasi kelompok rentan, serta tradisi diskusi kritis yang mendorong tumbuhnya kesadaran sosial kader. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Gus Dur tidak berhenti sebagai simbol organisasi, melainkan berfungsi sebagai landasan nilai yang membentuk orientasi gerakan dan identitas kader dalam kehidupan sosial yang majemuk.

This study examines the internalization of K.H. Abdurrahman Wahid’s (Gus Dur) values within the Indonesian Islamic Student Movement (PMII) of the Abdurrahman Wahid Rayon at UIN Walisongo Semarang. The research is grounded in the need to understand how the principles of pluralism, humanism, and social justice are translated into the organizational culture and cadre development of an Islamic student movement. Employing a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing to generate a comprehensive understanding of the value internalization process. The findings reveal that universal humanism, pluralism, social justice, freedom of thought, and moral courage have become integral components of both organizational practices and cadre formation. These values are reflected in community engagement programs, interfaith interactions, advocacy for marginalized groups, and critical intellectual discussions. The study concludes that Gus Dur’s intellectual legacy functions not merely as a symbolic organizational identity but as a living ethical framework that shapes the worldview, social commitment, and movement orientation of PMII cadres within a diverse society

References

Anam, F. (2025). Ketua AL MAPABA PMII Rayon Abdurrahman Wahid, wawancara pribadi, 9 November 2025.

Chamami, M. H. (2023). Peran dan pemikiran politik KHR Asnawi (hlm. 76). Mirra Buana Media.

Choirie, A. E., & Anam, C. (1991). Pemikiran PMII dalam berbagai visi dan persepsi. Majalah Nahdlatul Ulama Aula.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Darmalaksana, W. (2020). Metode penelitian kualitatif: Studi pustaka dan studi lapangan. UIN Sunan Gunung Djati Press.

Fitriani, I. (2025). Konsep pluralisme menurut K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam perspektif pendidikan Islam. Jurnal Moderasi Pendidikan, 1(1), 156–161.

Hidayat, R., & Nurrohman. (2023). Pendidikan humanisme-religius: Kontekstualisasi pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid dalam pendidikan Islam kontemporer. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 89–102. https://doi.org/10.21580/jpi.v9i1.14567

Hifni, A. (2016). Menjadi kader PMII. PMII.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications.

Memaknai pesan Gus Dur untuk PMII. (2025). Artikel web Nahdliyin.com. Diakses 8 Desember 2025.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Muhammad Rifqi Muzakki. (2025). Anggota Pengurus Kaderisasi PMII Rayon Abdurrahman Wahid, wawancara pribadi, 18 November 2025.

Nata, A. (2005). Pemikiran pendidikan Islam dan tokoh-tokohnya. PT RajaGrafindo Persada.

Nikmah, R. N. H. (2025). Ketua Angkatan AL SGA 25 PMII Rayon Abdurrahman Wahid, wawancara pribadi, 18 November 2025.

Rahman, D. (2025). Ketua PMII Rayon Abdurrahman Wahid, wawancara pribadi, 20 November 2025.

Silalahi, U. (2006). Metode penelitian sosial. Unpar Press.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Zakaria, K. (2025). Wakil Ketua PMII Rayon Abdurrahman Wahid, wawancara pribadi, 21 November 2025.

Downloads

Published

2026-01-10

How to Cite

Sejarah Pemikiran Gus Dur sebagai Sumber Perumusan Nilai Gerakan PMII Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang. (2026). Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, Dan Budaya, 4(1), 19-28. https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v4i1.341