Bumi Berguncang di Bawah Naungan Matahari Terbit: Upaya Penanggulangan Bencana Geologi di Jawa pada Masa Pendudukan Jepang

Download PDF

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana geologi, termasuk gempa bumi dan erupsi gunung api. Ancaman tersebut tidak hanya menjadi persoalan pada masa kini, tetapi juga telah dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat pada masa lalu. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana bencana geologi dipahami, dikomunikasikan, dan ditanggulangi di Jawa pada masa pendudukan Jepang dengan berfokus pada gempa bumi dan aktivitas Gunung Merapi tahun 1943. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan memanfaatkan surat kabar Asia Raja dan Soeara Asia serta laporan penyelidikan Gunung Merapi sebagai sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan. Pertama, meskipun pers berada di bawah kontrol Pemerintah Militer Jepang, pemberitaan bencana tetap memperlihatkan praktik jurnalistik melalui penggunaan berbagai sumber informasi dan peliputan langsung. Kedua, pengamatan terhadap aktivitas Merapi menghasilkan pengetahuan yang digunakan untuk menilai bahaya dan memberikan rekomendasi mitigasi. Ketiga, penanggulangan kedua bencana menunjukkan tindakan yang berbeda. Pada kasus Merapi, hasil pengamatan digunakan sebagai dasar untuk memberikan peringatan dan melakukan evakuasi penduduk, sedangkan penanggulangan gempa bumi lebih banyak dilakukan setelah kejadian melalui peninjauan wilayah terdampak serta penghimpunan dan penyaluran bantuan kepada korban.

Indonesia is highly vulnerable to geological disasters, including earthquakes and volcanic eruptions. Such hazards are not only a present-day concern but have also been faced by governments and communities in the past. This study aims to explain how geological disasters were understood, communicated, and managed in Java during the Japanese occupation, focusing on earthquakes and the activity of Mount Merapi in 1943. This study employs the historical method, using the newspapers Asia Raja and Soeara Asia, as well as reports on investigations of Mount Merapi, as primary sources. The findings reveal several key points. First, although the press was under the control of the Japanese Military Government, disaster reporting continued to demonstrate journalistic practices through the use of various sources of information and direct field reporting. Second, observations of Merapi’s activity produced knowledge that was used to assess hazards and provide mitigation recommendations. Third, the responses to the two disasters differed. In the case of Merapi, observations served as a basis for issuing warnings and evacuating residents, whereas earthquake response largely took place after the event through assessments of affected areas and the collection and distribution of aid to victims.

Keywords

bencana geologi jawa masa pendudukan jepang penanggulangan bencana

License

Copyright (c) 2026 Iqbal Nugraha, Budi Gustaman (Author)

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

References

Abdurahman, O., Hadiputro, A. S., & Kurnia, A. (2020). Dari emas Sumatera ke tambang Papua: Sejarah penyelidikan geologi dan pertambangan Indonesia, abad XVII–abad XX. Badan Geologi.

Asia Raja. (1943, April 19). Keadaan goenoeng Merapi sekarang.

Asia Raja. (1943, April 24). Goenoeng Merapi karena daja oepaja pemerintah jang sangat sempoerna, bahaja hebat bisa disingkirkan. Jogjakarta dan Soerakarta di dalam keamanan sama sekali tidak ada alasan akan orang merasa chawatir.

Asia Raja. (1943, May 25). Koendjoengan Prop. Tanakadate ke Merapi Jogjakarta.

Asia Raja. (1943, July 24). Gempa boemi selama 25 menit.

Asia Raja. (1943, July 26). Ketjelakaan alam dan bandjir.

Asia Raja. (1943, July 27). Bentjana alam: Gempa dan bandjir Solo-Ko akan memeriksa tempat jang kena tjelaka.

Asia Raja. (1943, July 28). Bentjana alam: Gempa dan bandjir Jogja-Ko memeriksa tempat jang kena bentjana.

Asia Raja. (1943, July 29). Akibat gempa boemi dan air bah.

Asia Raja. (1943, March 27). Goenoeng Merapi bekerdja.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2026). Selama bulan Januari 2026, BMKG mencatat 4.879 kejadian gempa di seluruh Indonesia. Facebook. Retrieved September 3, 2026, from https://www.facebook.com/InfoBMKG/videos/1546976106378792/

Bemmelen, R. W. van. (1943a). Nine preliminary reports on the Merapi eruption cycle: Period March 24.

Bemmelen, R. W. van. (1943b). Nine preliminary reports on the Merapi eruption cycle: Period March 28.

Bemmelen, R. W. van. (1943c). Nine preliminary reports on the Merapi eruption cycle: Period April 1.

Bemmelen, R. W. van. (1943d). Nine preliminary reports on the Merapi eruption cycle: Period April 11.

Bemmelen, R. W. van. (1943e). Nine preliminary reports on the Merapi eruption cycle: Period April 15.

Bemmelen, R. W. van. (1943f). Nine preliminary reports on the Merapi eruption cycle: Period April 19.

Bemmelen, R. W. van. (1943g). Nine preliminary reports on the Merapi eruption cycle: Period April 21.

Bemmelen, R. W. van. (1943h). Nine preliminary reports on the Merapi eruption cycle: Period April 25.

Bemmelen, R. W. van. (1943i). Nine preliminary reports on the Merapi eruption cycle: Period May 13.

Euster, L. (2015). Book review: Ring of fire: An encyclopedia of the Pacific Rim’s earthquakes, tsunamis, and volcanoes. Reference & User Services Quarterly, 55(1), 77–78. https://doi.org/10.5860/rusq.55n1.77b

Fadli, M. R., & Kumalasari, D. (2019). Sistem ketatanegaraan Indonesia pada masa pendudukan Jepang. Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 13(2), 189–205. https://doi.org/10.17977/um020v13i22019p189-205

Garraghan, G. J. (1946). A guide to historical method. Fordham University Press.

Gustaman, B. (2019). Binatang-binatang di sekitar letusan Krakatau 1883. Jurnal Sejarah, 2(2), 1–13. https://doi.org/10.26639/js.v2i2.227

Ikhwanudin, I. (2026). Merapi erupsi lagi! Awan panas guguran meluncur 1.500 meter ke arah barat daya, BPPTKG: Status siaga Level III. Radar Jogja. Retrieved September 3, 2026, from https://radarjogja.jawapos.com/sleman/2601310008/merapi-erupsi-lagi-awan-panas-guguran-meluncur-1500-meter-ke-arah-barat-daya-bpptkg-status-siaga-level-iii

Jaelani, G. A. (2019). Naturalis, dokter, dan ahli ilmu bumi: Penyelidikan gempa dan gunung meletus di Hindia-Belanda pada abad ke-19. Jurnal Sejarah, 2(2), 32–49. https://doi.org/10.26639/js.v2i2.232

Jaelani, G. A., Febriani, R., & Mawarrani, R. E. (2023). Antara ekspedisi saintifik dan ancaman ekonomi kolonial: Letusan gunung di Priangan pada paruh pertama abad ke-19. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 13(1), 7. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i1.1138

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2018). Mengenal Merapi lebih dekat: Merapi dulu dan kini. Retrieved September 3, 2026, from https://www.esdm.go.id/id/media-center/news-archives/mengenal-merapi-lebih-dekat-merapi-dulu-dan-kini

Kurasawa, A. (2015). Kuasa Jepang di Jawa: Perubahan sosial di pedesaan 1942–1945. Komunitas Bambu.

Kurnia, A. (2022). Sejarah Museum Geologi 1929–1945 #18: Koleksi berharga diangkut Jepang. BandungBergerak.id. https://bandungbergerak.id/article/detail/14721/sejarah-museum-geologi-1929-1945-18-koleksi-berharga-diangkut-jepang

Kurniawati, P. R. (2020). Dampak erupsi Gunung Kelud terhadap kondisi ekologi kawasan Kediri tahun 1901–1919 [Skripsi, Universitas Negeri Malang]. Repositori Universitas Negeri Malang. https://repository.um.ac.id/172010/

Origgi, G. (2015). What is an expert that a person may trust her? Towards a political epistemology of expertise. Humana.Mente Journal of Philosophical Studies, 8(28), 159–168.

Pratiwi, R. (2020). Surat kabar Tjahaja sebagai media propaganda Jepang di Bandung tahun 1942–1945 [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung]. Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. https://digilib.uinsgd.ac.id/36811/

Rahman, F. (2019). “Tumbuh setelah bencana”: Perkembangan penelitian botani di Hindia Belanda sesudah erupsi Krakatau tahun 1883. Jurnal Sejarah, 2(2), 14–31. https://doi.org/10.26639/js.v2i2.228

Soeara Asia. (1943, September 2). Taboeng amal.

Sofianto, K. (2014). Garut Pada Masa Pemerintahan Pendudukan Jepang (1942-1945). Sosiohumaniora, 16(1), 70-86. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5684

Stehrenberger, C. S. (2017). Praktisches Wissen, Wissenschaft und Katastrophen: Zur Geschichte der sozialwissenschaftlichen Katastrophenforschung, 1949–1989. Berichte zur Wissenschaftsgeschichte, 40(4), 350–367. https://doi.org/10.1002/bewi.201701819

Taufik, I. (1977). Sejarah dan perkembangan pers di Indonesia. University of California.

Yadyaunnajabah, S. (2021). Di bawah bayang Merapi: Mitigasi bencana erupsi Merapi akhir masa kolonial 1930–1940-an [Tesis, Universitas Gadjah Mada]. Electronic Theses & Dissertations Universitas Gadjah Mada. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/198942

Issue: Vol. 4 No. 4 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (InPress)

How to Cite

How to Cite

Bumi Berguncang di Bawah Naungan Matahari Terbit: Upaya Penanggulangan Bencana Geologi di Jawa pada Masa Pendudukan Jepang. (2026). Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, Dan Budaya, 4(4), 159-178. https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v4i4.465