Konstruksi Sosial Status Sayyed dalam Perkawinan di Desa Cikoang Kabupaten Takalar; Antara Tradisi, Agama dan Modernisasi

Download PDF

Abstract

Status Sayyed di Desa Cikoang merupakan identitas genealogis yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan sosial, keagamaan, dan praktik perkawinan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana status Sayyed dikonstruksi, dipertahankan, dan dinegosiasikan dalam praktik perkawinan di tengah perubahan sosial masyarakat Cikoang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat Sayyed dan non-Sayyed, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan memperhatikan keterkaitan antartema temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status Sayyed tetap memiliki legitimasi sosial melalui pewarisan nilai keluarga, pengakuan masyarakat, dan pertimbangan nasab dalam perkawinan. Namun, pendidikan, mobilitas sosial, interaksi yang lebih luas, dan pilihan individu mendorong munculnya pertimbangan baru berupa agama, pendidikan, karakter, pekerjaan, dan kecocokan personal. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan sosial tidak menghilangkan identitas genealogis Sayyed, tetapi mengubah cara identitas tersebut dipertahankan dan dinegosiasikan dalam kehidupan perkawinan dan sosial.

Sayyed status in Cikoang Village represents a genealogical identity closely associated with the community’s social life, religious values, and marriage practices. This study aims to examine how Sayyed status is socially constructed, maintained, and negotiated through marriage practices amid social change in the Cikoang community. The study employed a qualitative approach with a descriptive-analytical design. Data were collected through observation, in-depth interviews with community leaders, religious leaders, Sayyed and non-Sayyed community members, and documentation. The data were analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing, with attention to patterns emerging across the identified themes. The findings indicate that Sayyed status continues to receive social legitimacy through family value transmission, community recognition, and genealogical considerations in marriage. However, education, social mobility, broader interaction, and individual choice have introduced additional considerations, including religious commitment, education, character, occupation, and personal compatibility. These findings demonstrate that social change does not eliminate Sayyed genealogical identity but reshapes how the identity is maintained and negotiated within marriage and broader social relations.

Keywords

kontruksi sosial modernisasi perkawinan sayyed tradisi

License

Copyright (c) 2026 Wawan, Syamzan Syukur , Lidya Megawati (Author)

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

References

Arwani, N. (2024). Analisis Komunikasi Interpersonal Pernikahan Perempuan Sayyid dan Non Sayyid di Kabupaten Takalar.

Az-Zuhaili, W. (1985). Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu . Damaskus: Dar al-Fikr.

Azra, A. (2002). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaruan Islam di Indonesia . Jakarta: Kencana.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. Anchor Books.

Bourdieu, P. (2002). The Forms of Capital. In Readings in Economic Sociology (pp. 280–291). Wiley. https://doi.org/10.1002/9780470755679.ch15

Bourdieu, P. (2020). The New Social Theory Reader (S. Seidman & J. C. Alexander, Eds.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003060963

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.

Geertz, C. (1960). Agama di Jawa . Chicago: University of Chicago Press.

Giddens, A. (1990). Konsekuensi Modernitas . Cambridge: Polity Press.

Goode, WJ (1963). Revolusi Dunia dan Pola Keluarga . New York: Free Press

Fitriani, Risal, & Yeyeng. (2023). Status Kaum Sayyid Dalam Pranata Sosial Adat Masyarakat Cikoang Kabupaten Takalar. Siyasatuna.

Fortunata Blandina Panamuan, Annysa Gea Putri, Anggi Widya, Veronika Tiara, & M Zainul Hafizi. (2025). Dampak Globalisasi Terhadap Kebudayaan Lokal pada Era Modernisasi. JUPSI Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 2(3), 85–101. https://doi.org/10.62238/jupsi.v2i3.129

Ilyas, HF (2022). Hikayat Sayyid Jalaluddin Al-Aidid: Edisi Teks, Ajaran, Ritual, dan Jaringannya . Makassar: Universitas Hasanuddin.

McGill, A., McCloskey, R., Smith, D., & Veitch, B. (2023). Establishing Trustworthiness in Health Care Process Modelling: A Practical Guide to Quality Enhancement in Studies Using the Functional Resonance Analysis Method. International Journal of Qualitative Methods, 22. https://doi.org/10.1177/16094069231183616

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mukramin, & Salsabila. (2024). Diskriminasi Gender dalam Perkawinan Keturunan Sayyid di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. SETARA.

Mustafa & Bahram. (2020). Relasi Gender dalam Pernikahan Keturunan Sayyid di Desa Cikoang Kabupaten Takalar.

Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif . CV. Harfa Creative.

Nuerseno. (2009). Bilingual: Teori dan Penerapan Sosiologi . Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Poerwanto, H. (2008). Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rashid, A., & Rasheed, R. (2026). Trustworthiness as Inferential Accountability in Qualitative Research. International Journal of Qualitative Methods, 25. https://doi.org/10.1177/16094069261473133

Sahlan, S. (2023). Studi masyarakat sosial dalam persfektif kelompok sosial dan stratifikasi sosial. JUPSI: Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 1 (1), 11–18.

Sari, I. N., Lestari, L. P., Kusuma, D. W., Mafulah, S., Brata, D. P. N., Iffah, J. D. N., Widiatsih, A., & Utomo, E. S. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. UNISMA PRESS. https://books.google.co.id/books?id=iCZlEAAAQBAJ

Selamat tinggal, WJ (1982). Sosiologi Keluarga . Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif , Kombinasi, R&D Dan Penelitian Pendidikan) (3rd ed.). Alfabeta.

Suhirman, L., Nugroho, A. Y., Dhyanaputri, I. G. A. S., Adawiyah, R., Soraya, A., Dzaky, M. I., Alunaza, H., Akbar, S. A., Hafizi, M. Z., & Junida, D. S. (2026). Dasar Metodologi Penelitian. CV. Askara Sastra Media.

Syarif, KA (2025). Kesadaran Hukum dan Kesetaraan Sosial Melalui Pendekatan Sosiologi Hukum: Studi Penghapusan Status Sayyed di Desa Cikoang Kabupaten Takalar. Pijar Nusantara.

Syukur, S. (2024). Manusia Ilmu dan Budaya (Konseptualitas dan Aktualisasi dalam Sejarah Peradaban) . Makassar: CV. Tohar Media.

Wulandari. (2019). Perkawinan Perempuan Sayyid di Cikoang. Tamaddun, 7(2).

Issue: Vol. 4 No. 4 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (InPress)

How to Cite

How to Cite

Konstruksi Sosial Status Sayyed dalam Perkawinan di Desa Cikoang Kabupaten Takalar; Antara Tradisi, Agama dan Modernisasi. (2026). Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, Dan Budaya, 4(4), 194-207. https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v4i4.496