Relasi Sando, Adat, dan Kepercayaan Lokal dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Mandar
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan praktik sando sebagai bagian dari pengetahuan dan kebudayaan masyarakat Mandar yang tetap berlangsung di tengah perubahan sosial dan perkembangan kehidupan keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kehadiran dan penyesuaian nilai-nilai Islam dalam praktik sando dan kepercayaan lokal, hubungan sando dengan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sosial, spiritual, dan praktis, serta makna simbolik ritual yang dilakukan oleh sando. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah dan sosiologi di Kabupaten Polewali Mandar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran sumber tertulis dengan melibatkan sando, pemangku adat, tokoh agama, budayawan, dan masyarakat terkait. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan serta diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur Islam hadir berdampingan dengan praktik lokal melalui doa, lafaz keislaman, dan ayat Al-Qur’an. Relasi sando dan masyarakat dibangun atas kepercayaan, pengalaman kolektif, penghormatan, dan legitimasi sosial. Ritual sando mengandung makna keselamatan, perlindungan, keseimbangan, dan rasa syukur serta menjadi media pewarisan nilai dan identitas budaya Mandar.
This study is motivated by the continued existence of sando practices as part of the knowledge and cultural heritage of the Mandar community amid social change and the development of religious life. This study aims to analyze the presence and adaptation of Islamic values within sando practices and local beliefs, the relationship between sando and the community in fulfilling social, spiritual, and practical needs, and the symbolic meanings of rituals performed by sando. The study employed a qualitative method using historical and sociological approaches in Polewali Mandar Regency. Data were collected through observation, interviews, documentation, and examination of written sources involving sando practitioners, customary leaders, religious figures, cultural practitioners, and relevant community members. Data were analyzed through data reduction, presentation, verification, and conclusion drawing, with credibility examined through source and technique triangulation. The findings indicate that Islamic elements coexist with local practices through prayers, Islamic expressions, and Qur’anic verses. The relationship between sando and the community is established through trust, collective experience, respect, and social recognition. Sando rituals convey meanings of safety, protection, balance, and gratitude, while also serving as a means of transmitting Mandar values, local knowledge, and cultural identity.
Keywords
adat kepercayaan lokal masyarakat mandar ritual sandoLicense
Copyright (c) 2026 Muhammad Fahmi, Musafir Pababbari, Abu Haif (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Abdullah, A., Asdam, M., & Alimbagu, A. (2025). The reciprocal acculturation of Islamic culture and local culture in the Nusantara: A historical review. JAWI, 8(1), 77–90. https://doi.org/10.24042/00202582704000
Abdullah, M. S. (2025). Eco-spirituality in Mandar traditional ussul: Building environmental awareness through indigenous cultural practices. AL-FALASIFAH: Journal of Philosophy and Islamic Studies, 1(1), 1–8.
Alimudin, A., & Arya, M. (2025). Sando dan warga: Dinamika interaksi dalam praktik kesehatan tradisional di Desa Dolago, Parigi Selatan. Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 12(3), 335–349. https://doi.org/10.26858/sosialisasi.v1i3.76941
Alimuddin, M. R. (2022). Ussul dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Mandar.
Firdaus, M. R. (2025). Kajian simbolisme budaya Clifford Geertz terhadap tradisi larangan memakan ikan lele di Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, 23(2), 550–564. https://doi.org/10.53515/qodiri.2025.23.2.550-564
Gafur, A., Rusli, R., Mardiyah, A., Anica, A., & Mungafif. (2021). Agama, tradisi budaya dan peradaban. Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam, 21(2), 124–138. https://doi.org/10.19109/tamaddun.v21i2.10665
Idaman. (2012). Agama nelayan: Islam lokal di Tanah Mandar. Jurnal Kawistara, 2(2). https://doi.org/10.22146/kawistara.3974
Idrus, L., & Ridhwan. (2020). Islam dan kearifan lokal: Belajar dari kearifan tradisi melaut suku Mandar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(1), 79–98. https://doi.org/10.30863/didaktika.v14i1.780
Ismail, M., Munzir, M., Amiruddin, M. M., Busrah, Z., & Abdurrahman. (2025). The integration of Hadith values and local culture in the Islamization of the Bugis, Makassar, and Mandar peoples of South Sulawesi. PAPPASANG: Jurnal Studi Alquran-Hadis dan Pemikiran Islam, 7(2), 268–294. https://doi.org/10.46870/jiat.v7i2.2108
Muliadi, M., Wahyudi AR, N., & bin Mahsyar, A. D. H. (2024). Syncretism of Islam and local culture in the Makkuliwa Lopi ritual in Sabang Subik Polewali Mandar. Al-Qalam, 30(1), 78–88. https://doi.org/10.31969/alq.v30i1.1413
Nasrullah, N., Nurkidam, A., & Sulvinajayanti. (2023). Budaya Sibaliparriq dalam perspektif sosiologi kebudayaan. Sosiologia: Jurnal Agama dan Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.35905/sosiologia.v2i1.5247
Pratama, M. R., & Syukur, M. (2025). Makna simbolik pembuatan perahu Sandeq sebagai kearifan lokal masyarakat Suku Mandar di Kabupaten Polewali Mandar. Pinisi Journal of Sociology Education Review, 5(1), 61–73. https://doi.org/10.26858/pjser.v5i1.65615
Ridhwan, R., Samad, S. A. A., Kiramang, K., & Hasan, H. (2021). Kalindaqdaq tradition of Mandar community in West Sulawesi: Islamic education study based on local wisdom. El-Harakah: Jurnal Budaya Islam, 23(2), 289–309. https://doi.org/10.18860/eh.v23i2.13337
Saleh, N. A. (2017). Dinamika peran sando meanaq dalam upacara kelahiran bayi pada masyarakat Mandar. Walasuji: Jurnal Sejarah dan Budaya, 8(2), 336–350. https://doi.org/10.36869/wjsb.v8i2.125
Salma. (2019). Persepsi masyarakat terhadap Sando (dukun beranak) di Desa Salumpaku Kecamatan Banawa Selatan [Skripsi, Universitas Tadulako].
Sanjani, M. A. F., Zain, B., & Mustofa, M. L. (2024). Islam and local wisdom: Integration of local values in Islamic thought. Journal of Social Studies and Education, 2(2), 94–110. https://doi.org/10.61987/jsse.v2i2.567
Sham, A., Wahyuddin, W., & Khatimah, H. (2022). Analisis makna mantra Sando Peanaq dalam bahasa Koneq-Koneqe. Journal Peqguruang: Conference Series, 4(2), 574–578. https://doi.org/10.35329/jp.v4i2.947
Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.
Soyomukti, N. (2014). Pengantar sosiologi: Dasar analisis, teori, & pendekatan menuju analisis masalah-masalah sosial, perubahan sosial, & kajian-kajian strategis (Cet. 2). Ar-Ruzz Media.
Sudaryono. (2018). Metodologi penelitian (Cet. 2). Rajawali Pers.
Sumarni, & Kaco, S. (2024). Encountering Islam and local culture in Massorong tradition in the Mandar Bay. JAWI, 7(1), 13–24. https://doi.org/10.24042/00202372189300
Wahyuni. (2017). Teori sosiologi klasik. Carabaca.
Yasil, S., Banru, T., & Ridwan, M. (2012). Naskah awal sejarah Polewali Mandar. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.
Issue: Vol. 4 No. 4 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (InPress)
Article Metrics
Abstract views: 23
Downloads: 5
Downloads
Top Articles
- KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI KONFRONTATIF INDONESIA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN Abstract views: 903 · Downloads: 2133
- DAMPAK FATHERLESS TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK PEREMPUAN Abstract views: 2030 · Downloads: 927
- HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT Abstract views: 1377 · Downloads: 1076
- DINAMIKA HUBUNGAN INDIA-INDONESIA: SEJARAH, EKONOMI, DAN BUDAYA (1949-2022) Abstract views: 838 · Downloads: 1496
- KRISIS PANGAN DAN KERENTANAN DESA-DESA SAWAH DI DEMAK TAHUN 1840-1872 Abstract views: 263 · Downloads: 1917
Article History
Published: 2026-10-06