Implementing Pawongan to Foster Collaboration between Teachers and Educational Staff at SMKN 1 Jonggat

Authors

  • Heny Afriyanti Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Inodonesia Author
  • Ida Bagus Putra Arnyana Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Inodonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62238/jupsi.v4i3.514

Keywords:

collaboration , educational staff, tri hita kirana, pawongan, teachers

Abstract

This study examines the role of pawongan in fostering collaboration between teachers and educational staff at SMKN 1 Jonggat, Central Lombok, Indonesia. It employed a qualitative descriptive-analytic case study design involving three purposively selected informants: the principal, a teacher, and an administrative staff member. Data were analyzed to identify collaborative practices, the enactment of pawongan values, and factors influencing collaboration. The findings indicate that collaboration is reflected in academic and administrative services, school activity planning, information management, and joint problem-solving. The values of pawongan are manifested through mutual respect, trust, care, recognition of role differences, and reciprocal assistance. However, collaboration is constrained by overlapping workloads, limited coordination time, inadequate facilities and information systems, and delays in data submission. This study contributes a context-specific perspective on pawongan as an interpretive framework for understanding workplace collaboration in vocational education. The findings are limited to one school and three informants.

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pawongan dalam membangun kolaborasi antara guru dan tenaga kependidikan di SMKN 1 Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Informan terdiri atas tiga orang yang dipilih secara purposif, yaitu kepala sekolah, seorang guru, dan seorang tenaga administrasi. Data dianalisis untuk mengidentifikasi praktik kolaborasi, penerapan nilai-nilai pawongan, serta faktor-faktor yang memengaruhi kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terwujud dalam pelayanan akademik dan administrasi, perencanaan kegiatan sekolah, pengelolaan informasi, serta penyelesaian masalah bersama. Nilai pawongan tercermin dalam sikap saling menghormati, kepercayaan, kepedulian, pengakuan terhadap perbedaan peran, dan bantuan timbal balik. Kolaborasi masih menghadapi kendala berupa beban kerja yang tumpang tindih, keterbatasan waktu koordinasi, fasilitas dan sistem informasi yang belum memadai, serta keterlambatan penyampaian data. Temuan ini memberikan perspektif kontekstual mengenai pawongan sebagai kerangka interpretatif untuk memahami kolaborasi di lingkungan pendidikan kejuruan.

References

Admiraal, W., Schenke, W., De Jong, L., Emmelot, Y., & Sligte, H. (2021). Schools as professional learning communities: What can schools do to support professional development of their teachers? Professional Development in Education, 47(4), 684–698.

Affandi, L. H., Sutajaya, I. M., & Suja, I. W. (2022). Aktualisasi nilai pawongan dalam ajaran Tri Hita Karana pada pengembangan komunitas belajar profesional bagi guru. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 9(1), 62–75. https://doi.org/10.38048/jipcb.v9i1.650

Atmadja, N. B. (2019). Tri Hita Karana: Harmoni dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam untuk kebahagiaan. Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha.

Bryk, A. S., & Schneider, B. (2002). Trust in schools: A core resource for improvement. Russell Sage Foundation.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.

Hord, S. M. (1997). Professional learning communities: Communities of continuous inquiry and improvement. Southwest Educational Development Laboratory.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Paju, B., Kajamaa, A., Pirttimaa, R., & Kontu, E. (2022). Collaboration for inclusive practices: Teaching staff perspectives from Finland. Scandinavian Journal of Educational Research, 66(3), 427–440. https://doi.org/10.1080/00313831.2020.1869087

Paramitasari, P. N., Triwijaya, I. N. A., & Agung, A. A. G. (2025). Implementasi nilai Tri Hita Karana dalam penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21: Studi kasus di SMP Negeri 2 Tabanan. Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 16(2), 173–186. https://doi.org/10.23887/jurnal_ap.v16i2.6231

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Republik Indonesia. (2016). Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

Šteh, B., Mažgon, J., & Gregorčič Mrvar, P. (2023). “Sometimes I really need the school counselling service”: Some aspects of school counsellor–teacher collaboration. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 22(2), 207–227. https://doi.org/10.26803/ijlter.22.2.12

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suparni, N. W. (2024). Implementasi nilai pawongan dalam kegiatan membuat canang untuk membentuk karakter gotong royong peserta didik kelas VII 8 SMP Satu Atap Negeri 2 Ampibabo. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(4), 61–70. https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i4.880

Downloads

Published

2026-11-25